Download Mp3 agnes monica "teruskanlah
" klik disini
Sabtu, 16 Mei 2009
Terapi kesehatan dengan Tertawa
Tertawa Membuat Kita Sehat
Dec 10, '07 6:43 AMby Poetoe for everyone
Kapankah Anda terakhir kalinya tertawa? Entah kenapa orang pada jaman sekarang ini sudah tidak bisa tertawa lagi, sehingga untuk bisa tertawa pun mereka harus berdoa khusus untuk memanggil Roh Ngakak atau Roh Sukacita yang harus di import dari Toronto, bahkan di Eropa ada Dr khusus tertawa, dimana dengan biaya AS$ 50,00 per jam, ia dapat menjamin pasiennya bisa tertawa kembali, sehingga akhirnya bisa merasa lega lagi.Tidak bisa dipungkiri bahwa 80% dari penyakit manusia berasal dari gangguan mental dan tekanan jiwa.
Walaupun para ahli telah menemukan berbagai macam obat penangkal penyakit, tetapi sayangnya hingga saat ini mereka belum menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit benci, cemas maupun takut. Begitu juga belum ada suntikan penawar untuk memberantas virus kecongkakan, kekikiran ataupun keirian.Apakah Anda tahu bahwa obat yang paling manjur bahkan yang paling sederhana adalah "tertawa". Branko Bokun dalam bukunya yang berjudul "Humor Therapy" menyatakan bahwa tertawa itu dapat mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari gangguan jiwa s/d kanker, bahkan pengobatan tertawa ini juga bisa mengobati gangguan seksual. Maka dari itu daripada repot-repot beli Viagra yang ada efek sampingannya lebih baik nonton film bodor yang bisa membuat Anda tertawa sehingga dengan demikian nafsu birahi Anda pun bisa meningkat.Telah terbuktikan bahwa tertawa dapat mempercepat proses penyembuhan, oleh sebab itulah dianjurkan kepada setiap Dr di Eropa untuk menerima pasiennya dengan senyuman dan tertawa sehingga pasien pun dapat turut terhibur dan senang karenanya.Tidak ada ciptaan Allah lainnya di kolong langit ini yang bisa tertawa seperti manusia, saudara serumpun kita sang monyet atau gorila sekalipun mereka tidak mampu tertawa seperti halnya dengan kita manusia.Seorang penulis Amerika Serikat yang paling terkenal, bernama Norman Cousin, menderita penyakit yang membuatnya hampir lumpuh, sehingga untuk bergerak di tempat tidur saja sudah sangat sulit ditambah dengan rasa nyeri serta sakit yang menggerogotinya terus-menerus, bahkan menurut Dr ahli hanya satu dari 500 penderita penyakit yang di derita oleh Norman tersebut bisa sembuh. Karena sudah tidak ada harapan lagi dan juga sudah tidak tahan lagi, ia mencoba cara alternatif pengobatan baru ialah dengan resep "Tertawa", ditambah dengan vitamin C.Agar ia bisa tertawa ia menutup dirinya disalah satu kamar hotel yang dilengkapi dengan banyak DVD khusus film-film bodor dan kartun lucu yang dapat membuat penontonnya tertawa ter-pingkal- pingkal. Ternyata setelah menjalani therapi pengobatan tertawa ini dalam jangka waktu dealapan hari saja ia sudah bisa menggerak jari-jarinya dengan tanpa merasa sakit lagi. Perlu ditekankan disini bahwa sebelumnya ia telah mengkonsumsi berbagai macam jenis obat-obataan mulai dari aspirin, fenilbutazon, kodein, kokisin maupun pil tidur, tetapi semuanya tidak bisa menolongnya. Setelah ia menghentikan semua pil tersebut dan diganti dengan pengobatan tertawa baru akhirnya ia bisa sembuh. Pengalamannya ini semua ditulisnya dalam bukunya yang berjudul "The Anataumy of an Illness"Berdasarkan penelitian melewati cara pengontrolan yang sangat teliti dengan menggunakan peralatan yang sangat sensitiv dan canggih, bisa dibuktikan bahwa orang tertawa selama sepuluh menit akan bisa menghilangkan rasa sakit selama dua jam. Dan apabila rasa nyerinya kambuh kembali, sebaiknya diputar kembali film-film lelucon lucu lainnya agar bisa tertawa kembali. Pengobatan begini ada jauh lebih efektif dan lebih murah daripada berbagai macam obat penenang lainnya yang ada di kolong langit ini.Oleh sebab itulah juga di beberapa rumah sakit kanker di AS, seperti Rumah Sakit Sain Joseph di Houston ataupun Shawnee Mission Medical Center di Kansas telah membuatkan kamar khusus untuk pengobatan dengan resep tertawa, berupa kamar khusus yang dilengkapi dengan DVD lawak, buku-buku komik lucu, buku-buku humor mapun permainan-permainan yang bisa memancing sang pasien untuk bisa tertawa. Pengobatan tertawa ini telah terbuktikan keberhasilannya, sehingga banyak rumah-rumah sakit lainnya turut menyusul untuk mengikuti jejak dari rumah-rumahsakit tersebut diatas.Apakah Anda tahu bahwa tertawa itu mirip dengan stationary jogging atau lari ditempat, sebab apabila seseorang tertawa akan menolong kontraksi otot-otot pada abdomen (bag.bawah perut), bahu maupun dada yang semuanya dapat meningkatkan daya kerja jantung. Oksigen yang dihirup pun akan bertambah banyak, sehingga kebutuhan gas pada seluruh jaringan tubuh dapat terpenuhi dengan lebih dari cukup. Dan berdasarkan penelitian lebih jauh pada saat kita tertawa, otak itu dirangsang untuk menghasilkan hormon catecholamines yang berfungsi untuk merangsang produksi "endorfin beta".Zat ini efeknya mirip dengan opium yang dapat menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada bagian tubuh. Lagi pula sudah bisa dipastikan bahwa mereka yang banyak tertawa tidak akan mudah mengidap penyakit gangguan pencernaan dan maag. Imanuel Kant sendiri pada dua abad yang lampau pernah menulis bahwa ia belum pernah menjumpai seseorang yang sering tertawa memiliki gangguan pencernaan.Oleh sebab itu penulis mengusulkan daripada menghabiskan uang puluhan juta untuk pergi berobat ke luar negeri, cobalah terlebih dahulu dengan resep pengobatan "Tertawa en Doa", saya yakin ini akan jauh lebih ampuh dan bermanfaat daripada jauh-jauh berobat keluar negeri.
Minggu, 03 Mei 2009
WABAH BARU
Flu Babi! Minggu-minggu ini dunia sedang disibukkan oleh flu babi, yang sebetulnya lebih tepat disebut sebagai flu tipe A yang disebabkan virus H1N1. Atau bila merujuk bahwa yang terkena paling banyak di Meksiko, bisa disebut flu meksiko. Berikut ini adalah berita-berita seputar flu babi atau flu meksiko dari berbagai media.
WHO Tak Konsisten, Menkes Pertanyakan Fase Penularan Flu BabiSelasa, 28 April 2009 14:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mempertanyakan sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang tidak konsisten terkait penetapan fase penularan virus H1N1 atau yang biasa disebut flu babi (swine flu).
“WHO justru menurunkan status fase penularan virus H1N1 (flu babi) menjadi fase empat, yaitu penularan virus ke manusia masih dalam kelompok kecil, padahal seharusnya sudah fase lima,” kata Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers di Gedung Depkes, Selasa (28/4).
Ia menyesalkan ketidakkonsistenan WHO dengan sikapnya yang meminta untuk menutup sekolah, rumah makan, dan melarang masyarakat menonton pertandingan sepak bola. “Ini ada apa saya tidak tahu dan menurut saya sudah aneh. Hari ini (WHO) menurunkan menjadi fase 4, ini adalah tanda tanya besar. Karena sudah tidak konsisten dengan sikapnya beberapa waktu lalu,” ujar Siti.
Menurutnya, fase penularan virus H1N1 sudah sampai pada fase 5, yaitu infeksi virus kepada manusia dengan penularan yang semakin meluas. Hal ini ditegaskan dengan tingginya jumlah kematian akibat terinfeksi virus H1N1 yang mencapai 149 orang di Meksiko.
Namun, Siti enggan berkomentar soal dugaan kesengajaan terkait munculnya virus H1N1 ini. “Apakah disengaja atau tidak, saya tidak bisa katakan. Tapi kemungkinan-kemungkinan apa pun kan bisa terjadi,” jelasnya.
Siti menegaskan, virus tersebut dipastikan tidak bisa menyerang Indonesia dengan kondisi suhu yang tropis. Menurutnya, virus H1N1 hanya berkembang di negara dengan empat musim seperti Meksiko. Namun, ketika disinggung bahwa Meksiko juga memiliki daerah yang bersuhu tropis seperti Indonesia, Siti enggan menjelaskan.”Saya tidak tahu kalau H1N1 bisa (berkembang) di musim tropis, kalau sudah berubah berarti dia sudah bermutasi,” jawabnya.
Depkes telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti memasang 10 thermal scanner untuk mendeteksi suhu badan di terminal kedatangan 10 bandara internasional di Indonesia. Tetapi menyangkut travel warning ke negara-negara yang terjangkit, Indonesia masih belum mengeluarkan, hanya travel adviser saja.
Sumber Kompas