Rabu, 21 September 2016

Mario Teguh dan Ario Kiswinar

Salam super..! itulah kata yang langsung kita ingat ketikaly mendengar nama Mario Teguh. Kepiawaiannya dalam memberikan motivasi kepada orang lain sudah tidak diragukan lagi dalam acara yang selalu dibawakannya pada salah satu televisi swasta Mario Golden Ways. Namun 2 pekan terakhir motivator kondang ini diramaikan dengan munculnya seorang laki-laki bernama Ario Kiswinar yang mengaku sebagai anaknya yang telah lama ditinggalkan dan tak pernah mendapatkan haknya sebagai seorang anak dari Mario Teguh, hingga kemudian dalam acara hitam putih yang ditayangkan di Trans 7, Kiswinar diundang hadir sebagai bintang tamu dan memberikan konfirmasi terhadap kebenaran hubungannya dengan Mario Teguh. Merasa kehidupannya terusik sang Motivator pun langsung angkat bicara sampai memberikan somasi terhadap Deddy Corbuzier selaku pembawa acara Hitam Putih.

Selengkapnya »»

Banjir Bandang di Garut

Rabu dini hari (21/09/2016) tadi, banjir bandang melanda sedikitnya 6 kecamatan di Kabupaten Garut, hujan yang turun sangat deras malam itu mengakibatkan aliran air di sungai Cimanuk meluap hingga merendam pemukiman yang berada di dekat sungai. Dari hasil pencarian dilaporkan sudah ada 20 orang korban, 16 orang belum ditemukan dan sekitar 500 kepala keluarga yang kehilangan rumah akibat bencana ini. Berdasarkan keterangan warga yang rumahnya hancur, bencana itu terjadi ketika warga sedang tidur lelap, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka. Untuk itu para korban sangat membutuhkan bantuan berupa pakaian dan makanan yang siap saji. Tidak hanya rumah warga yang terseret banjir, sekolah dan rumah sakit umum dr. Slamet juga ikut terendam karena lokasinya yang berada sangat dekat dengan sungai Cimanuk. Para pasien yang kamarnya terendam segera dievakuasi ke lantai atas. Berbagai peralatan rumah sakit pun ikut terendam sehingga proses pengobatan pun sangat terganggu. Selain Kabupaten Garut, banjir juga melanda beberapa kabupaten lainnya yaitu Sumedang, Kuningan dan Cirebon. Dari semua daerah yang terkena bencana tersebut Kabupaten Garut adalah yang paling parah. Mari kita doakan untuk saudara saudara kita yang terkena musibah, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menghadapi cobaan ini, dan akan ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini.

Selengkapnya »»

Sabtu, 10 September 2016

Cara Memotong Hewan Qurban Supaya Tidak Berbau Prengus

12 September 2016 yang jatuh pada hari Senin merupakan hari isimewa bagi seluruh umat Muslim di dunia, karena pada hari itu bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1437 H. Pada hari itu umat muslim merayakan hari Raya Iedul Adha dan disunatkan untuk memotong hewan qurban bagi yang mampu. Selain pada tanggal 10 Dzulhijjah, memotong hewan qurban bisa juga pada hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Pada waktu pemotongan hewan qurban kita sering menemukan fenomena bahwa daging hewan yang dipotong bau prengus yang sering dikaitkan dengan hal hal mistis, misalnya hewan yang dagingnya bau merupakan tanda kalau qurbannya tidak ikhlas dan lain sebagainya. Padahal setelah diteliti ternyata penyebab daging hewan bau atau tidak itu terletak pada teknik pemotongan hewan tersebut, untuk mendapatkan daging yang tidak berbau prengus maka pemotong harus memperhatikan nafas hewan tersebut, jangan sampai pemotongan dilakukan ketika hewan itu menarik nafas, karena pada saat itu paru2 hewan itu akan menyedot semua kotoran dan racun yang bersatu dengan oksigen yang mengakibatkan daging hewan yang dipotong menjadi bau, jadi sebaiknya kita harus menunggu sampai hewan itu mengeluarkan nafas dulu baru dipotong. Teknik seperti ini bisa dikuasai dengan pengalaman dan jam terbang yang cukup lama oleh penjagal. Jadi berdasarkan penelitian empiris ternyata adanya fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan logis. Kesimpulan yang dapat kita ambil pada artikel ini yaitu dalam proses pemotongan hewan qurban, selain kita diwajibkan membaca do'a terlebih dahulu, ternyata untuk mendapatkan daging yang baik ada teknik pemotongan juga yang perlu diperhatikan oleh pemotong. Sekian dulu sedikit tips dan informasi dari kami mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Selengkapnya »»

Jumat, 09 September 2016

Misteri Kopi Sianida

Topik hangat yang selama ini menjadi perbincangan publik seakan akan menghipnotis setiap orang untuk selalu mengikuti perkembangan kasus ini. Yaitu kasus yang mengakibatkan tewasnya Wayan Mirna Salihin di sebuah kafe Olivier pada 06 Januari 2016 lalu setelah meminum Ice Coffee Vietnam yang dipesan oleh Jessica Kumala Wongso. Kapan kasus pembuhan Mirna itu terungkap? Mungkin inilah pertanyaan yang ada pada setiap orang yang senantiasa selalu mengikuti perkembangan kasus ini. Bagaimana tidak, sudah hampir 1 tahun lamanya peristiwa itu terjadi tetapi sampai sekarang masih belum dapat dibuktikan bahwa Jessica sebagai tersangka tunggal pembunuhan itu. Persidangan demi persidangan pun diselenggarakan dengan memunculkan bukti-bukti baru dari saksi ahli maupun saksi fakta lainnya dengan tujuan yaitu untuk membuat kasus ini segera terungkap kebenarannya. Kini sudah menginjak sidang ke 19, banyak fakta baru dari kubu Jessica yang meringankan dia sebagai tersangka salah satunya yaitu dengan didatangkannya saksi ahli dari Australia, Dr. Beng Beng Ong sebagai ahli Patology Forensik oleh kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan karena dirasa beberapa saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dinilai belum cukup untuk mengungkap kasus ini. Kehadiran saksi ahli ini menimbulkan masalah baru karena dia tersangkut masalah visa via kunjungan, yang seharusnya menurut perundang undangan Indonesia menggunakan visa bekerja sehingga akhirnya dia dideportasi dan dihukum untuk tidak berkunjung lagi ke Indonesia selama 6 bulan. Seperti biasanya persidangan selalu berjalan panjang dan dilalui dengan ketegangan itu belum bisa membuahkan hasil. Kini masyarakat menjadi seperti punya tontonan baru yang selalu ditunggu untuk episode selanjutnya. Semoga saja perjalanan yang rumit dari kasus ini segera selesai dengan keputusan hakim yang seadil adilnya dan menjadi pengalaman dan pelajaran bagi semua pihak.

Selengkapnya »»