
12 September 2016 yang jatuh pada hari Senin merupakan hari isimewa bagi seluruh umat Muslim di dunia, karena pada hari itu bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1437 H. Pada hari itu umat muslim merayakan hari Raya Iedul Adha dan disunatkan untuk memotong hewan qurban bagi yang mampu. Selain pada tanggal 10 Dzulhijjah, memotong hewan qurban bisa juga pada hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Pada waktu pemotongan hewan qurban kita sering menemukan fenomena bahwa daging hewan yang dipotong bau prengus yang sering dikaitkan dengan hal hal mistis, misalnya hewan yang dagingnya bau merupakan tanda kalau qurbannya tidak ikhlas dan lain sebagainya. Padahal setelah diteliti ternyata penyebab daging hewan bau atau tidak itu terletak pada teknik pemotongan hewan tersebut, untuk mendapatkan daging yang tidak berbau prengus maka pemotong harus memperhatikan nafas hewan tersebut, jangan sampai pemotongan dilakukan ketika hewan itu menarik nafas, karena pada saat itu paru2 hewan itu akan menyedot semua kotoran dan racun yang bersatu dengan oksigen yang mengakibatkan daging hewan yang dipotong menjadi bau, jadi sebaiknya kita harus menunggu sampai hewan itu mengeluarkan nafas dulu baru dipotong. Teknik seperti ini bisa dikuasai dengan pengalaman dan jam terbang yang cukup lama oleh penjagal. Jadi berdasarkan penelitian empiris ternyata adanya fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan logis. Kesimpulan yang dapat kita ambil pada artikel ini yaitu dalam proses pemotongan hewan qurban, selain kita diwajibkan membaca do'a terlebih dahulu, ternyata untuk mendapatkan daging yang baik ada teknik pemotongan juga yang perlu diperhatikan oleh pemotong. Sekian dulu sedikit tips dan informasi dari kami mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar