Setiap orang memang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di tengah himpitan ekonomi, orang-orang banyak yang mencari cara untuk mendapatkan uang dengan cara instan demi memenuhi segala kebutuhan hidupnya, fenomena seperti ini ternyata dimanfaatkan oleh Taat Pribadi atau yang lebih dikenal Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dia menawarkan kemudahan kepada oranglain untuk mendapatkan uang dengan cara cepat dan mudah yaitu dengan cara penggandaan. Meskipun terdengar aneh tapi ada orang yang mempercayainya dan rela memberikan sejumlah uang yang katanya sebagai mahar untuk digandakan oleh Taat Pribadi. Dengan demo dan cara-cara yang dia lakukan untuk menarik perhatian orang ternyata dia berhasil menarik banyak pengikut bahkan dalam kurun waktu yang begitu cepat pengikutnya sudah mencapai ribuan, kendati demikian dari sekian banyak pengikut ada yang merasa capek dan kecewa dengan janji yang ditawarkan Dimas Kanjeng.
Adalah Abdul Ghani dan Ismail yang telah lama mengikuti Dimas Kanjeng dan menyerahkan sejumlah uang dengan harapan uang yang dia serahkan bisa digandakan oleh Dimas Kanjeng. Tapi setelah sekian lama harapannya kunjung terpenuhi akhirnya Abdul Ghani dan Ismail pun merasa kecewa dan bermaksud mencari kebenaran dari Dimas Kanjeng. Setelah dia mengetahui kebenarannya yang ternyata bahwa kegiatan yang dilakukan dan janji-janji yang diberikan Dimas Kanjeng adalah bohong dan hanya penipuan akhirnya dia memutuskan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian Abdul Ghani dan Ismail pun ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan dari keluarga korban maka kecurigaan polisipun langsung tertuju pada Dimas Kanjeng dan setelah dilakukan penyelidikan Dimas Kanjengpun ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Penangkapan Dimas Kanjeng membuat kasus penipuan penggandaan uang semakin geger dan para pengikutnyapun satu persatu melapor tentang penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng. Polisi terus melakukan penyidikan untuk mengumpulkan bukti2 kejahatan Dimas Kanjeng.
Polisi terus mencari bukti-bukti untuk membongkar kasus penipuan dan pembunuhan 2 orang pengikut Dimas Kanjeng itu. Berdasarkan keterangan para saksi akhirnya ditemukan 6 orang pelaku pembunuhan atau eksekutor terhadap 2 orang pengikut Dimas Kanjeng.
Meskipun sudah ditangkap, tapi sampai kini masih ada pengikut yang masih mempercayai Dimas Kanjeng dan bertahan di padepokan.
Dimas Kanjeng memang sudah membutakan mata para pengikutnya salah satunya Marwah Daud sebagai ketua yayasan Dimas Kanjeng yang notabene beliau merupakan seorang cendikiawan, dia sangat yakin akan kehebatan Dimas Kanjeng.
Mungkin ini hanya salah satu kasus penipuan bermodus penggandaan uang yang terungkap dan masih banyak lagi kasus serupa yang terjadi.
Mudah-mudahan dengan terungkapnya kasus Dimas Kanjeng menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bisa menjalani hidup dengan realistis bahwa segala sesuatu hanya bisa dicapai dengan usaha dan kerja keras seperti janji Allah SWT di dalam Al-Qur'an bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya. Mari kita selalu berhati-hati dan waspada terhadap segala modus kejahatan yang ada di sekeliling kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar